Application of Marketing Mix in Home Industry: Focussed on Micro and Small-Scale Coffee Industries

Main Article Content

Lya Aklimawati
Djoko Soemarno
Surip Mawardi

Abstract

Differences  in  marketing  strategies  with  other  industries  are  needed  to maintain  business  sustainability  especially  for  facing  fierce  market  competition. This  research  was  aimed  to  identify  a  marketing  mix  implemented  in  micro  and small  scale  coffee  industries,  and  to  identify  external  factors  that  affected  business sustainability.  This  study  was  carried  out  in  Sumberwringin  Sub-district, Bondowoso  District,  East  Java.  Respondents  of  this  study  were  25  coffee  industry players  selected  by  using  judgement  sampling  method.  Primary  and  secondary data  were  collected  in  this  study.  Data  were  analyzed  with  descriptive-qualitative method  and  interactive  analysis.  The  results  showed  that  micro  and  small-scale coffee industries was still implementing conventional  marketing pattern. The marketing mix  which  applied  in  coffee  industry,  were  (a)  the  product  mix  was  not  persistent that  depended  on  consumer  demand;  (b)  selling  price  of  product  was  determined from  cost  production  and  profit  margins;  (c)  distribution  was  conducted  with active  and  passive  marketing  particularly  based  on  customer  orders;  (d)  promotion mix  was  implemented  by  direct  marketing,  personal  selling,  and  word  of  mouth. Micro-environments of the marketing affecting micro and small-scale coffee industries were: (a) customers as main target market  in form  of consumer markets and  alternative target  market  as  re-seller  markets;  (b)  high  intensity  competition  as  a  result of  large  number of  competitors  and  lack  of  product  diversification;  (c)  many  raw material suppliers, but expensive  input  production  cost; (d) there was no a marketing partnership  with  marketer  agent/other  partner,  but  it  had  strategic  partnership with  supplier  and  government;  (e)  government  policies  on  product  development and  marketing  had  been  implemented  by  facilitating  exhibition  activity,  processing equipment,  and  training.

Article Details

Section
Articles

References

Andreassen, T. W. & B. Lindestad (1998). Customer loyalty and complex services: The impact of corporate image on quality, customer satisfaction and loyalty for customers with varying degrees of service expertise. International Journal of Service Industry Management, 9, 7-23.
Andriyanto, R. D. & J.O. Haryanto (2010). Analisis pengaruh internet marketing terhadap pembentukan word of mouth dan brand awareness untuk memunculkan intention to buy. Jurnal Manajemen Teknologi, 9, 20-35.
Amor, A., M. Hubeis & K. Mudikdjo (2010). Kajian strategi pemasaran industri kecil sepatu (Studi kasus di Desa Ciomas, Kabupaten Bogor). Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah, 1, 58-69.
Aswara, Y. F., F. Rahman & A. Thoyib (2010). Analisis model kepuasan pengguna jasa transportasi kereta api eksekutif jurusan Malang-Jakarta. WACANA, 13, 1-11.
Basalamah, F. M. (2010). Pengaruh komunitas merek terhadap word of mouth. Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, 17, 79-89.
BI Jember & Puslitkoka (2010). Kajian Pembentukan Klaster Industri Kopi di Kabupaten Bondowoso. Kerjasama Bank Indonesia Jember dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Laporan Internal.
Cenadi, C. S. (2000). Peranan desain kemasan dalam dunia pemasaran. NIRMANA, 2, 92-103.
Faisyal & I. A. Murwani (2008). Analisa faktor yang mempengaruhi konsumen SES AB dalam pemilihan merek kopi bubuk di DKI Jakarta. Journal of Business Strategy and Execution, 1, 121-134.
Fure, H. (2013). Lokasi, keberagaman produk, harga dan kualitas pelayanan pengaruhnya terhadap minat beli pada pasar tradisional Bersehati Calaca. Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 1, 273-283.
Hafsah, M. J. (2004). Upaya pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM). Infokop, Nomor 25, Tahun XX, 40-44.
Haryadi, R. (2009). Pengaruh Strategi Green Marketing Terhadap Pilihan Konsumen Melalui Pendekatan Marketing Mix (Studi Kasus pada The Body Shop Jakarta). Magister Tesis. Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia.
Hidayat, A. W. & A. Ghina (2015). Identifikasi faktor internal dan eksternal penyebab kegagalan usaha pada industri tahu di Kelurahan Citeureup Kota Cimahi (Studi kasus pada Usaha Tahu di Kampung Sukaresmi tahun 2014). e-Proceeding of Management, 2, 1-8.
Jauhari, J. (2010). Upaya pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) dengan memanfaatkan e-commerce. Jurnal Sistem Informasi, 2, 159-168.
Kotler, P. & G. Armstrong (2012). Principles of Marketing. 14th Edition. Prentice Hall. New Jersey, USA.
Marion, A. & S. Setiawati (2015). Hubungan antara citra merek (brand image) kopi Kapal Api dengan perilaku konsumen. Prosiding Hubungan Masyarakat, p. 416-427. Bandung, Indonesia.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nainggolan, T.Y., K. Sumantadinata & A. Suryani (2010). Strategi pengembangan usaha “Nila Puff” dalam meningkatkan pendapatan IKM pengolahan hasil perikanan pada CV. “X” di Cibinong Bogor. Manajemen Industri Kecil Menengah, 5, 132-144.
Rianse, U. & Abdi (2009). Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi: Teori dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta.
Saidani, B. & S. Arifin (2012). Pengaruh kualitas produk dan kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen dan minat beli pada Ranch Market. Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia, 3, 1-22.
Semuel, H. (2006). Ekspektasi pelanggan dan aplikasi bauran pemasaran terhadap loyalitas toko moderen dengan kepuasan pelanggan sebagai intervening (Studi kasus pada hypermarket Carrefour di Surabaya). Jurnal Manajemen Pemasaran, 1, 53–64.
Septiani, S., M. Sarma & W. H. Limbong (2013). Pengaruh entrepreneurial marketing dan kebijakan pemerintah terhadap daya saing industri alas kaki di Bogor. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 4, 91-111.
Sri-Mulato, S. Widyotomo & H. K. Purwadaria (2007). Kinerja pembubuk mekanis tipe piringan (disk mill) untuk proses pengecilan ukuran biji kopi robusta pascasangrai. Pelita Perkebunan, 23, 231-257.
Subandi (2011). Deskripsi kualitatif sebagai satu metode dalam penelitian pertunjukan. HARMONIA, 11, 173-179.
Sugiyono (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Supardi, J. & V. Dores (2009). Rancang bangun collaborative system pemasaran hotel secara on-line dengan pendekatan mediator based. Jurnal Sistem Informasi, 1, 55-61.
Supriyati & E. Suryani (2006). Peranan, peluang dan kendala pengembangan agroindustri di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 24, 92-106.
Surya, A. & A. Setiyaningrum (2009). Analisis persepsi konsumen pada aplikasi bauran pemasaran serta hubungannya terhadap loyalitas konsumen (Studi kasus pada Hypermart Cabang Kelapa Gading). Journal of Business Strategy and Execution, 2, 13-39.
Tjiptono, F. (2008). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi.
Zulkarnain, A. Lamusa & D. Tangkesalu (2013). Analisis nilai tambah kopi jahe pada industri Sal-Han di Kota Palu. Jurnal Agrotekbis, 1, 493-499.